Greyson, cowok berusia 15 tahun yang berteman dengan Fiola sejak mereka berusia 5 tahun. Mereka sangat akrab sehingga mereka terlihat seperti adik-kakak.
Pada suatu hari, Greyson mengajak Fiola ke tempat favorite mereka saat kecil.
"Fi, i wanna invite you to go to our favorit place when we were child." ajak Greyson terhadap Fiola.
"Where will we go?"
"Lihat saja nanti. tapi matamu ditutup, ya?"
"what? memang kita mau kemana?"
Greyson hanya tersenyum mendengar pertanyaan Fiola.
Sepanjang perjalanan, Greyson sangat senang karena dapat pergi bersama dengan Fiola. Greyson sangat merindukan tempat itu. Sedangkan Fiola dengan mata tertutupnya, dia hanya memendam rasa penasarannya.
--sesampai di tempat tujuan--
"Ok, open your eyes." Greyson membuka kain yang terikat dimata Fiola.
"oemgee!!! am i dreaming?" mata Fiola berkaca-kaca melihat tempat favoritnya dengan Greyson semasa kecil. karena dia tidak percaya dapat kemari bersama Greyson.
"no, you aren't dreaming. our favorite place." tatap Greyson kpd Fiola dengan penuh arti.
lalu, mereka pun berpelukan.
Greyson langsung mengambil SLRnya yang berada di tas. Greyson tak pernah lupa untuk membawanya. Kemudian, Greyson mengajak ke taman bunga matahari yang menurut Greyson pantas untuk difoto. Karena menurutnya, tempat itu sangat romantis.
Sesampai di taman bungan matahari, Greyson diam -diam memfoto Fiola yang sedang melihat matahari yang mau terbenam.
"Uh, Grey! you are very jail. delete it now!!!" keluh Fiola tampak kesal dengan sikap Greyson yang sangat jahil.
"hahaha, never delete it. because you look very ugly on this picture. hahaha" Greyson hanya tertawa terbahak-bahak melihat mimik muka Fiola saat difoto Greyson.
Greyson dan Fiola amat sangat menikmati pemdangan yang indah itu. Mereka meilhat orang-orang yang sedang bermain skateboard, fishing, dan lain sebagainya. Mereka terlihat sangat senang.
karena matahri sudah ingin terbenam, Fiola mengajak Greyson untuk pulang. Greyson bersedia menemani Fiola pulang.
--skip--
Hari itu Greyson sangat senang karena telah membuat hati Fiola bahagia. Greyson harap hari itu dapat diulang kembali.
1 hari sebelum ulang tahun Greyson, Fiola sangat sibuk membuat baju untuk Greyson. Fiola sampai begadang untuk melakukannya. Karena dia tahu bahwa ini sangat special. Fiola tidak mau mengecewakan Greyson.
-one day later-
hari itu pukul 8 pagi. Fiola pergi ke sebuah taman dekat rumahnya. Lalu, ia mengirim sebuah sms untuk Greyson.
--To: Greyson
Grey! please go to the garden now.
--From: Fiola
10 menit kemudian, Fiola tidak mendapat balasan dari Greyson. Tetapi, Fiola tidak merasa lelah menunggu Greyson. Sampai pukul 9, Fiola tetap menunggu greyson.
ketika pukul 9.10, ada seseorang dari belakang menutup mata fiola.
"Uh! who are you?! lepasin tangan lo!" bentak Fiola terhadap seseorang tersebut.
"hahaa! kamu galak juga, ya?" ejek Greyson sambil melepaskan tangannya.
"kamu genit!" fiola tampak kesal. tetapi, dia tetap menyayangi temannya tersebut.
"haha, sorry. um, mengapa kamu menyuruhku datang kemari? pagi-pagi sekali pula."
"aku ingin memberikan hadiah untuk kamu. ini untuk kamu." fiola memberikan sebuah kado yang dibungkusi kertas kado bermotif piano. Piano adalah alat msuik favorit Greyson.
"wah! terlihat sangat lucu kertas kadonya. aku buka, ya?"
"silahkan." Fiola tersenyum menajwabnya.
ketika Greyson sedang membuka kad tersebut, suddenly hapenya Greyson berdering sangat keras.
"Fi, tunggu sebentar ya. ada telepon dari mom." Grey meminta izin.
"ok." Fiola sedikit menyesal dengan kejadian itu.
--on the phone--
"Greyon! where are you now? do you forget that today we have to go to LA? back to home right now!"
"Okay, mom!"
Greyson ingin memberi tahu kabar ini kepada Fiola, tetapi sungguh berat untuk mengucapkannya.
"Fi...."
"what, Grey?"
"i wanna tell something. but...." ucap Greyson terbata-bata.
Hening.
Lalu Greyson memecahkan keheningan tersebut.
“I have to go. My mom has been wait me at home.”
Greyson pun meninggali Fiola secara perlahan. Kemudian Fiola menarik tangan Greyson dari belakang.
“Okay. Um, happy bday, Grey! Wishing all the best.”
Greyson menghentikan langkahnya dan menatap Fiola dengan penuh arti.
“Thanks, Fi. I hope we can be friend ‘til the end.”
Greyson menarik badan Fiola, lalu ia memeluk sahabat kecilnya itu. Begitu juga dengan Fiola, ia memeluk Greyson sangat erat seakan tidak ingin melepaskannya. Tetapi, Greyson harus pergi.
Greyson melepaskan pelukan tersebut dengan perlahan.
“Fi, I have to go. Bye!”
Air mata Fiola tidak dapat dibendung lagi. Greyson meninggalkan Fiola dan berlari perlahan. Sesekali Greyson membalikkan tubuhnya untuk melambaikan tangan kepada Fiola. Fiola pun membalasnya.
Sesampai dirumah, ternyata Greyson mendapat kabar buruk bahwa ia harus pindah rumah ke LA. Yang Greyson ketahui adalah ia dan mom hanya menginap selama seminggu. Tetapi, dugaan Greyson salah. Greyson ingin sekali member tahu berita buruk ini ke Fiola, tetapi suasana tidak mendukung. Keluarga Greyson sedang sibuk memindahkan barang-barang dan Greyson harus membantunya.
Greyson tidak tahu harus berbuat apa. Ia tidak ingin meninggalkan sahabat kecilnya itu.
Ketika Greyson sedang membuka buku pemberian Fiola, ia menemukan foto mereka sedang bermain di taman ketika mereka kecil.
“Grey, cepat. Kita harus berangkat pukul 11.00.”
“I…i…iya, mom.” Jawab Greyson terbata.
Mom Greyson menghampiri Greyson yang sedang menaruh buku pemberian Fiola.
“You should tell this news to Fiola. Because she is your sweet friend. Call her right now!” mom Greyson sangat mengetahui perasaan anak semata wayangnya ini yang harus meninggalkan sahabat sejatinya.
“Mom…” mata Greyson berkaca-kaca setelah mendengar ucapan mom.
“Okay, I will!”
Greyson mengambil handphone dimeja belajar. Mom Greyson meninggalkan kamarnya.
--On the phone—
“Fi…please receive my call.” ucap Greyson dalam hati.
--2 minutes later—
“Hello, Grey! What’s up?”
“oh, finally you receive my call. I wanna tell bad news to you. Aku bukan menginap selama seminggu di LA, tapi pindah rumah. I should leaving my home at 11 am.” Jelas Greyson.
“WHAT??!!!!” air mata Fiola berlinang mendengar kabar buruk tersebut.
“Okay, I’ll go to your home. Wait!!”
“Okay, Fi.”
Greyson menuju ruang tengah untuk bertemu mom.
“Mom. Fi will go to our home now.”
“Ok, we wait in front of our home.”
Sesampai dipagar rumah, sudah ada Fiola yang baru saja sampai.
“Hello, Grey and mom Grey!” sapa Fiola sangat ramah.
“hey, Fi!” jawab Greyson and mom.”
“makasih sudah ingin menemui kami. Mungkin ini berita buruk untuk kamu, nak. Dad Greyson pindah kerja. Jadi kita juga harus pindah rumah.” Jelas mom Greyson secara ringkas.
“yeah, I know. Tadi Greyson sudah menjelaskannya padaku, mom. And I sad to hear the news.”
(Karena keluarga Fiola dan Greyson sudah sangat akrab, mereka tidak segan menganggap mom dan anak).
Greyson menaruh tangannya diatas bahu Fiola.
“Fi, I promise I will back to my hometown just to meet you.”
“haha! Kamu bisa saja. Aku akan menantinya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar